Selayang Pandang Sekolah
SELAYANG PANDANG SMP NEGERI HALIBETE
A. SEJARAH SINGKAT
Sekolah Menengah Pertama Negeri Halibete adalah salah satu dari Tiga Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Lasiolat. Menempati urutan ketiga ditinjau dari segi umur setelah SMPK St. Petrus Lahurus dan SMP Negeri Lasiolat. SMP Negeri Halibete semula adalah Kelas Jauh dari SMP Negeri Lasiolat atau merupakan turunan pertama dari SMP Negeri Lasiolat. SMP Negeri Halibete terletak di Desa Maneikun, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu-Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sekolah ini didirikan Pada Tahun 2017 atas inisiatif masyarakat desa Maneikun dan desa Lasiolat yang dipromotori oleh Mantan Kepala SDN Motaain (Bapak Romanus Moruk), Kepala Sekolah SDK Halibete (Bapak Agustinus Atok), Pemerintah Desa Maneikun, Pemerintah Desa Lasiolat serta beberapa tokoh pemerhati dari dua wilayah desa (Maneikun dan Lasiolat). Inisiatif mendirikan SMP bukan baru saja terpikirkan di tahun 2017 namun sudah menjadi cita-cita masyarakat sejak beberapa tahun silam. Cita-cita ini terjawab tentu dengan harapan mendekatkan pelayanan pendidikan pada generasi penerus bangsa, mengingat lulusan dari dua Sekolah Dasar (SDN Motaain dan SDK Halibete) terus meningkat serta membuka lapangan pekerjaan bagi para pencari kerja (Pengangguran SARJANA) di kawasan wilayah Maneikun dan Lasiolat yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Atas dasar itulah maka bertempat di SDK Halibete, tertanggal 02 Mei dalam lingkaran kalender masehi 2017 para pemerhati ini mengadakan rapat perdana bersama kepala Sekolah SMP Negeri Lasiolat (Bapak Maternus Besi, S.Pd) dengan agenda utama membahas tentang rencana kerja sama membuka SMP di sekitaran wilayah Maneikun dan Lasiolat. Efek domino dari rapat tersebut adalah meruncing pada kesepakatan membuka SMP Kelas Jauh Lasiolat di Halibete yang kemudian menjelma menjadi SMP Negeri Halibete mengingat tahun ajaran baru akan tiba. Rapat tersebut berbuah manis. Para promotor dan pemerhati ini terus berupaya dengan segalah cara agar Kegiatan Belajar Mengajar harus terjadi walau belum memiliki gedung. Bapak Agustinus Atok sebagai aktor utama berbesar hati memberikan satu ruang untuk siswa-siswa SMP Kelas Jauh guna-manfaatkan sebagai ruang belajar sementara. Sesuai hasil rapat dewan guru SMPN Lasiolat tugas tambahan sebagai koordinator dibebankan kepada Bapak Hubertus Rafael Seran, A.Md Dibawah komando koordinator perdana SMP Kelas jauh kami mencuri start dengan bermodalkan Ijazah SARJANA (S1) dan sedikit pengelaman, mengingat kami yang saat itu menjadi guru di SMP Kelas jauh adalah para sarjana mudah yang baru selesai studi S1 satu tahun bahkan ada yang kurang dari satu tahun. Setelah kegiatan KBM berjalan selama satu tahun para aktor ini kembali mengadakan rapat guna membentuk paniatia pembangunan gedung darurat SMP Kelas jauh Lasiolat. Rapatpun kembali direncakan dan diadakan. Tepat pada peringat hari kebangkitan Nasional tahun 2018 ( Tanggal 20 Mei ) rapat diadakan di tempat yang juga masih sama (SDK Halibete). Rapat kali ini nuansanya sedikit berbeda sebab bukan hanya dihadiri oleh para pemerhati/pendiri, kepala Wilayah dua desa, kedua kepala Sekolah Dasar (SDN Motaain dan SDK Halibete), bapak ibu guru staf pengajar SMP Kelas Jauh namun dihadiri juga oleh salah satu ketua bidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Belu (Bapak Seran Paulus) yang pada waktu membidangi Pekerjaan Umum (PU). Hasil rapat pada saat itu berupa kesapakat pembentukan panitia pembangunan gedung darurat dan urusan surat izin operasional. Selaku DPRD Kabupaten dalam Daerah Pemilihan (DAPIL)nya Bapak Seran Paulus menyatakan siap membantu dengan segalah cara. Jadwal Kerjapun ditentukan dan segerah dilaksanakan. Mulai dari pemebersihan lahan hingga pembangunan gedung darurat. Kurang lebih total waktu kerja 6 bulan. Mengawali Tahun Baru 2019 Kami bersama koordinator Bapak Gabriel Alexander Seran, S.Ag (Sekarang Sekolah SMA Mgr. Gabriel Manek Lahurus) kami mulai KBM di Gedung baru di Fohoren Lokasi SMP Negeri Halibete Sekarang. Gedung yang dibangun saat itu dan masih digunakan hingga saat ini adalah gedung beratapkan seng dan berdinding bebak. Jumlah ruang belajar ada tiga dan satu ruang guru, serta satu gedung Water Closed/WC darurat. Gedung ini adalah murni swadaya orang tua pada saat itu baik seng, bebak, kayu dan lain -lain. Tanggal 02 Mei 2021 kami ganti Nahkoda. Sesuai instruksi surat bupati No . . . SMP Negeri Halibete dinakodai oleh Bapak Rafael Seran, S.Pd sebagai pelaksana tugas kepala Sekolah. Selama kurang lebih 10 bulan bersemi digubuk Fohoren, segalah suka-duka pasti kami lalui bersama. Banyak hal unik, ane bahkan istimewa tidak terlepas dari kebersamaan kami. Terima kasih bapak Rafael Seran, S.Pd. Kini kami diutus oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu sesuai perintah surat Bupati Belu tentang penunjukkan dan pengangkatan kepala sekolah sekabupaten Belu seorang SANTA Maria Fatima Sotir, S.Pd nama dan gelarnya. Dan menjadi kepala sekolah perdana di SMP Negeri Halibete.
B. KEADAAN SEKOLAH

Komentar
Posting Komentar